NGANJUK — Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia kini memiliki sovereign wealth fund (SWF) atau dana kekayaan negara yang masuk lima besar terbesar di dunia.
Menurut dia, total aset yang dikelola SWF Indonesia mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara sekitar Rp16.000 triliun, meski lembaga tersebut baru dibentuk pada 2025.
"Kita sekarang punya sovereign wealth fund, dana kedaulatan. Aset yang kita kelola sekarang US$1.000 miliar. Kita sekarang kelima terbesar di dunia," kata Prabowo dalam pidatonya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Baca Juga: Prabowo: Bunga Pinjaman Dipangkas hingga 8 Persen, Tak Boleh Lagi Ada Emak-emak Desa Bayar 24 Persen! Pernyataan itu disampaikan di tengah agenda pemerintah yang menyoroti penguatan instrumen investasi negara untuk mendukung pembangunan dan pembiayaan proyek strategis nasional.
Prabowo membandingkan SWF Indonesia dengan sejumlah negara yang lebih dulu membentuk dana kekayaan negara, seperti Norwegia, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab.
"Norwegia [tahun] 1990 yang paling besar, Tiongkok 1997, Abu Dhabi 1976," ujarnya.
Ia juga menyebut posisi SWF Indonesia kini berada di atas beberapa negara yang selama ini dikenal memiliki kekuatan investasi global seperti Qatar dan Singapura.
"Kita bahkan di atas Qatar. Juga di atas Singapura," kata Prabowo.
SWF Indonesia yang dimaksud merujuk pada pengelolaan dana investasi negara yang diarahkan untuk memperkuat pembiayaan jangka panjang dan menarik investasi strategis di berbagai sektor.
Prabowo menilai keberadaan SWF menjadi instrumen penting untuk mempercepat pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Ia juga menyinggung bahwa Indonesia selama ini kerap dipandang sebelah mata dalam percaturan global, padahal memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam, pasar domestik, dan aset negara.
"Bangsa Indonesia sudah terlalu lama dianggap remeh oleh bangsa lain. Padahal kita mampu kalau kita punya kehendak," ujarnya.*