MINSK – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Belarus melalui implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) guna memperluas perdagangan dan investasi di kawasan Eurasia.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang digelar di Minsk, Belarus, Jumat (15/5/2026).
Pertemuan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi dengan Rusia Dalam pertemuan itu, Airlangga menegaskan Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan sektor industri, ketahanan pangan, hingga pengembangan manufaktur berbasis teknologi.
"Implementasi Indonesia–EAEU FTA diharapkan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan," ujar Airlangga.
Pemerintah Belarus juga menyatakan dukungannya terhadap peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menyebut forum tersebut menjadi momentum penting memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Belarus.
Belarus bahkan mengundang pelaku usaha Indonesia untuk melihat langsung potensi industri manufaktur, pertanian, hingga fasilitas teknologi yang dimiliki negara tersebut.
Selain itu, kedua negara membahas peluang kerja sama di berbagai sektor seperti alat berat, kendaraan komersial, pupuk, mesin pertanian, hingga transfer teknologi dan joint venture industri.
Di sektor perdagangan, nilai transaksi kedua negara tercatat meningkat signifikan hingga mencapai USD221 juta atau naik sekitar 72,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Indonesia juga mendorong peningkatan ekspor sejumlah produk unggulan seperti karet, kopi, kakao, produk perikanan, hingga produk manufaktur ke Belarus dan kawasan Eurasia.
Tak hanya ekonomi, kedua negara turut membahas kerja sama di bidang investasi, pendidikan, kesehatan, budaya, olahraga, hingga pariwisata.
Pemerintah RI dan Belarus saat ini juga tengah menyusun Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030 sebagai panduan pengembangan kerja sama jangka panjang kedua negara.*