JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersiap melepas ekspor pupuk ke Australia di tengah dinamika global yang masih memengaruhi pasokan pangan dan sarana produksi pertanian dunia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan langkah tersebut menunjukkan bahwa kondisi ketersediaan pupuk nasional saat ini berada dalam keadaan aman bahkan surplus.
"Pupuk kita bukan cukup, tapi ekspor. Lusa kami akan lepas ekspor ke Australia," ujar Amran, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Stella Christie Yakin Lulusan Sekolah Garuda Berpeluang Raih Nobel, Ini Alasan dan Konsep Pendidikannya Ia menyebut, Perdana Menteri Australia telah menyampaikan apresiasi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan Indonesia dalam memasok pupuk ke negara tersebut.
Selain Australia, Indonesia juga menerima permintaan pupuk dari negara lain, termasuk India yang disebut meminta pasokan hingga 500 ribu ton pupuk urea.
Menurut Amran, tingginya permintaan internasional tersebut menandakan posisi Indonesia semakin strategis dalam rantai pasok pangan global, terutama di tengah krisis dan ketidakstabilan pasokan pupuk dunia.
"Di saat terjadi goncangan pangan maupun sarana produksi dunia, Indonesia Alhamdulillah stabil," katanya.
Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen di tengah kondisi global yang justru mengalami kenaikan harga.
Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Indonesia.
"Di saat pupuk langka di tingkat dunia, Indonesia menurunkan harga 20 persen," ujarnya.*
(oz/dh)