MEDAN – Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara, pada 12–14 Mei 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral antara Australia dan Indonesia, khususnya di tingkat provinsi.
Selama berada di Medan, Brazier bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution serta Wali Kota Medan Rico Waas untuk membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan daerah.
"Saya sangat senang dapat berkunjung ke Medan. Kami sudah memiliki kerja sama yang kuat di bidang bisnis dan pendidikan antara Australia dan Sumatera Utara, dan saya menantikan kesempatan untuk semakin mempererat hubungan ini," ujar Brazier, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Pengangguran di Sumatera Utara Mulai Turun, Program MBG Disebut Ikut Bantu Serap Tenaga Kerja Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Brazier juga menghadiri kegiatan Social Venture Program Competition yang digelar Kedutaan Besar Australia bersama media Narasi. Kegiatan itu menampilkan gagasan inovatif anak muda Indonesia dalam menjawab tantangan sosial.
Ia turut hadir bersama pendiri Narasi, Najwa Shihab, dalam forum yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam inovasi sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum peluncuran Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) 2026 di Medan. Acara tersebut menampilkan sejumlah film karya sineas Indonesia dan Australia sebagai bagian dari diplomasi budaya kedua negara.
Brazier juga meninjau salah satu peternakan sapi potong milik perusahaan Australia di Sumut, PT Juang Jaya Abdi Alam, untuk melihat langsung peluang penguatan investasi dan perdagangan di sektor pangan dan agribisnis.
Dalam agenda lainnya, Dubes Australia itu juga bertemu dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut serta mitra program INKLUSI, yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Australia untuk memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan, budaya, dan sosial kemasyarakatan.*
(oz/dh)