JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) setelah pengumuman rebalancing indeks global MSCI yang mengeluarkan 18 saham Indonesia dari daftar acuan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menilai pelemahan IHSG yang terjadi masih dalam kondisi wajar dan merupakan bagian dari dinamika pasar.
"Alhamdulillah, penurunannya tidak signifikan, masih di kisaran sekitar 1 sampai 1,5 persen," ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Rebound Tipis ke Rp 17.515 per Dolar AS di Tengah Tekanan Pasar Global dan MSCI Hasan menjelaskan, koreksi yang terjadi merupakan respons pasar terhadap keputusan MSCI dalam melakukan penyesuaian (rebalancing) portofolio indeks global. Menurutnya, kondisi tersebut masih dalam batas normal tanpa adanya gejolak berlebihan di pasar.
Ia juga menegaskan bahwa aktivitas transaksi tetap berjalan stabil meskipun IHSG melemah. Volume dan frekuensi perdagangan dinilai masih sesuai pola harian dan tidak menunjukkan tanda kepanikan investor.
"Secara umum tidak ada indikasi panic selling. Aktivitas transaksi masih normal seperti hari-hari sebelumnya," jelasnya.
Dalam rebalancing terbaru, MSCI mengeluarkan total 18 saham Indonesia dari indeks global, termasuk sejumlah emiten besar di sektor energi, konsumer, dan keuangan. Salah satu saham juga mengalami penurunan dari indeks utama ke indeks kapitalisasi kecil.
Meski demikian, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memantau pergerakan pasar untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor di tengah dinamika global.*
(d/dh)