JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan Indonesia sebagai lokasi pusat penyimpanan minyak (oil storage hub) bagi negara-negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina.
Bahlil mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari kesepakatan kerja sama kawasan untuk memperkuat ketahanan energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok energi.
"Di Asia Tenggara, kita merumuskan untuk membuat hub storage cadangan minyak ASEAN. Kita tawarkan agar dibangun di Indonesia," ujar Bahlil di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Baca Juga: Dorong Generasi Emas 2045, Bunda PAUD Aceh Kampanyekan Gemar Makan Ikan di Sabang Menurut Bahlil, Indonesia mengusulkan Sumatera sebagai salah satu lokasi strategis untuk pembangunan fasilitas penyimpanan minyak tersebut. Rencana ini juga akan dikembangkan dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Ia menyebut, jika kesepakatan tercapai, Indonesia tidak hanya menjadi lokasi penyimpanan, tetapi juga berpotensi menjadi pusat suplai cadangan energi bagi negara-negara Asia Tenggara.
"Kita akan bangun cadangan besar yang nantinya bisa menyuplai negara-negara ASEAN," katanya.
Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian kelayakan terkait pembangunan fasilitas tersebut, termasuk aspek infrastruktur dan skema kerja sama antarnegara.
Bahlil menambahkan, kerja sama energi regional menjadi sangat penting di tengah kondisi global yang tidak menentu. Menurutnya, setiap negara kini cenderung memperkuat ketahanan energi masing-masing, sehingga kolaborasi ASEAN menjadi langkah strategis.
"Dalam situasi geopolitik seperti sekarang, semua negara berpikir bagaimana mengamankan kepentingan energi masing-masing," ujarnya.*
(oz/dh)