MEDAN – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara Surya menekankan pentingnya percepatan perizinan dan pemangkasan birokrasi untuk mendukung masuknya investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Sumut.
Hal itu disampaikan Surya saat menerima audiensi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (11/5/2026).
Surya menegaskan pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran investasi, terutama yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Dies Natalis ke-40 UNA Meriah, Ribuan Peserta Ikuti Jalan Santai Bersama Wagubsu dan Forkopimda Asahan "Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi," kata Surya.
Selain percepatan investasi, Pemprov Sumut juga menyoroti pentingnya legalisasi sumur-sumur minyak milik masyarakat. Menurut Surya, langkah ini diperlukan agar pengelolaan sumur tua dapat dilakukan secara legal, aman, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.
"Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisasi dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya," ujarnya.
Sementara itu, SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan bahwa kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam produksi migas nasional, dengan kontribusi sekitar 30 persen dari total produksi.
Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut CW Wicaksono menyebut terdapat sekitar 900 hingga 1.000 sumur migas di wilayah tersebut, dengan 60 persen aktivitas operasional berada di Sumatera Utara.
"SKK Migas berupaya membawa investasi sekitar US$300 juta ke wilayah ini. Dukungan pemerintah daerah sangat penting karena tantangan investasi ke depan akan semakin kompleks," kata Wicaksono.
Di sisi lain, Pertamina bersama mitra asal Jepang, Japex, juga akan mengembangkan wilayah migas di Langkat, khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura. Pengeboran dua sumur dijadwalkan mulai Agustus 2026 dengan target produksi pada 2027.
Pertamina juga melaporkan pengembangan di lapangan migas Pangkalan Susu serta rencana pengeboran sumur gas baru di Hamparan Perak, Deliserdang, untuk memperkuat pasokan energi industri di Sumut.*
(dh)