JAKARTA - Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu indikatornya terlihat dari melonjaknya transaksi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui platform e-commerce yang kini menembus 13 juta transaksi.
Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 8 Mei 2026 mencatat total transaksi UMKM di tiga wilayah terdampak mencapai 13.209.182 transaksi.
Rinciannya, Aceh mencatat 87.746 transaksi dengan 1.396 produk yang dipasarkan. Sementara Sumatera Utara menjadi wilayah dengan transaksi terbesar yakni mencapai 9.781.946 transaksi dari 631 produk. Adapun Sumatera Barat tercatat sebanyak 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.
Baca Juga: Tanpa Tambah Utang Baru, Indonesia Butuh 20 Tahun untuk Melunasi Utang: Warisan Pahit bagi Anak Cucu Kita Angka tersebut meningkat hingga 77 persen dibandingkan akhir April 2026, saat total transaksi UMKM di tiga wilayah terdampak baru mencapai 7.461.422 transaksi.
Peningkatan transaksi UMKM ini dinilai sejalan dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi bagi masyarakat penyintas bencana di wilayah Sumatera.
Satgas PRR mencatat, bantuan stimulan ekonomi di Aceh telah tersalurkan sebesar Rp250,48 miliar dari total Rp254,44 miliar. Sementara di Sumatera Utara, bantuan yang sudah tersalurkan mencapai Rp53,38 miliar dari total Rp62,90 miliar.
Kemudian di Sumatera Barat, bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar.
Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak menjadi salah satu prioritas utama dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.
Ia menyebut aktivitas ekonomi masyarakat kini mulai kembali normal seiring percepatan pemulihan sektor UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga perbaikan infrastruktur pasar rakyat.
"Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan," kata Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Amran menambahkan, Satgas PRR juga tengah mempercepat penyelesaian rehabilitasi pasar yang belum rampung di sejumlah daerah terdampak agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan maksimal.
Menurut dia, progres perbaikan pasar di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen. Sementara di Sumatera Utara mencapai 98 persen dan Aceh sebesar 89 persen.