JAKARTA - Indonesia dan China memperkuat kerja sama di bidang inovasi industri dalam forum BRICS, dengan fokus pada pengembangan teknologi, riset, dan investasi untuk mendukung transformasi industri masa depan.
Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama baru dengan mitra industri dan lembaga asal China dalam penguatan sektor inovasi industri. Kolaborasi ini difokuskan pada riset, pengembangan teknologi, hingga investasi yang diarahkan untuk memperkuat industri masa depan.
Wakil Direktur Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, Zhu Gang, menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam mendorong lahirnya proyek-proyek inovasi baru di kawasan BRICS.
Baca Juga: Rico Waas Tutup Medan Coding Competition 2026, Dorong Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Kecerdasan Buatan "Pentingnya kolaborasi dalam mendorong lahirnya proyek-proyek inovasi baru yang dapat mendukung perkembangan industri di kedua negara," ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Dari pihak mitra industri, Wakil Manajer Umum China Datang Corporation, Li Xiaofei, menilai kerja sama ini dapat menjadi jembatan penting dalam pertukaran teknologi serta penguatan investasi lintas negara.
Sementara itu, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation, Jia Bingjun, menyebut Indonesia sebagai salah satu fokus utama pengembangan investasi perusahaan, khususnya di sektor energi dan industri.
Ia juga menekankan komitmen untuk mendukung pengembangan tenaga kerja lokal melalui transfer pengetahuan dan teknologi.
Dari sisi Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai kerja sama internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat hilirisasi hasil riset. Sementara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menekankan pentingnya arus investasi dan transfer teknologi untuk mendukung transformasi industri nasional.
Kementerian Perindustrian juga menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan transformasi digital dan pengembangan industri hijau sebagai bagian dari agenda besar pembangunan industri nasional.
Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan teknologi strategis seperti kecerdasan buatan, energi baru terbarukan, industri hijau, serta inovasi manufaktur.
Para pemangku kepentingan berharap kolaborasi ini dapat memperluas akses Indonesia terhadap teknologi global sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tengah persaingan ekonomi dunia.*
(oz/dh)