JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat agenda ketahanan pangan nasional melalui percepatan hilirisasi sektor peternakan, salah satunya lewat pengembangan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT).
Program ini dipercepat sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dalam negeri sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, Jumat (8/5/2026), yang melibatkan pemerintah, akademisi, badan riset, ilmuwan, hingga pelaku industri peternakan nasional.
Baca Juga: Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih Rampung Akhir 2026, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Pesisir Forum ini menjadi wadah penyusunan strategi besar pengembangan industri ayam terintegrasi agar lebih modern, mandiri, dan berdaya saing global.
Proyek HAT sendiri ditetapkan sebagai salah satu program prioritas nasional yang berada di bawah pengawalan Kementerian Pertanian.
Dalam forum tersebut hadir sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Tenaga Ahli Menteri Pertanian Ali Agus, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian Harry Suhada, Dekan Fakultas Peternakan UGM Budi Guntoro, serta peneliti dari BRIN Delicia Yunita Rahman.
Direktur Utama PT Berdikari Maryadi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat realisasi proyek tersebut.
"Kami membuka inovasi kolaborasi untuk membuat atau mendesain proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi agar tercipta seperti harapan kita semua," ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.
"Kami senang bisa membantu masyarakat, khususnya peternak rakyat, agar bisa berkolaborasi dengan semua stakeholder," tambahnya.
Melalui percepatan program ini, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat dan target pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.*
(oz/dh)