JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlangsung fluktuatif pada awal perdagangan Jumat, 8 Mei 2026.
Setelah sempat dibuka di zona hijau, indeks berbalik melemah seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap sentimen global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat turun 0,13 persen ke level 7.164,67.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,839 Juta per Gram, Investor Mulai Ambil Untung Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat menguat 0,12 persen ke posisi 7.182,96 sebelum akhirnya terkoreksi.
Volume perdagangan pagi ini tercatat mencapai 3,15 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,1 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 172.581 transaksi.
Sebanyak 277 saham berada di zona merah, sementara 202 saham menguat dan 202 saham lainnya stagnan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen global sebenarnya sempat membaik setelah muncul harapan meredanya konflik di Timur Tengah menyusul proposal baru dari Amerika Serikat kepada Iran untuk meredakan ketegangan.
Dari dalam negeri, pasar juga merespons positif langkah Presiden Prabowo Subianto yang menyetujui tujuh kebijakan baru Bank Indonesia guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.
Secara teknikal, BRI Danareksa memproyeksikan IHSG masih memiliki peluang menguat dengan level support di area 7.100 dan resistance di level 7.325.
Namun, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk dampaknya terhadap harga minyak dunia serta rilis data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan hari ini.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai potensi perdamaian AS-Iran kembali meredup setelah muncul laporan serangan terhadap kapal tanker minyak Iran di Selat Hormuz.
Secara teknikal, Phintraco melihat indikator MACD mulai mengarah pada pembentukan golden cross, sehingga IHSG diproyeksikan menguji level 7.200 pada perdagangan hari ini.