KUTAI KARTANEGARA - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil menuntaskan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas di tengah tantangan usia lapangan yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan keandalan fasilitas produksi serta optimalisasi sistem operasi agar produktivitas tetap terjaga di Wilayah Kerja (WK) Mahakam.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan setelah pelaksanaan rejuvenation dan pemeliharaan fasilitas di Central Processing Area (CPA), produksi minyak Lapangan Handil meningkat menjadi 15.020 barel per hari (bopd).
Baca Juga: SKK Migas Temukan 13 Sumur Baru di Kaltim, Cadangan Minyak Nyaris 1 Juta Barel "Produksi meningkat sekitar lima persen dibandingkan sebelum planned shutdown. Ini didukung oleh performa sistem proses dan kompresor yang lebih optimal setelah perawatan," ujar Sunaryanto, Kamis (7/5/2026).
Program Handil Rejuvenation merupakan bagian dari strategi jangka panjang PHM untuk memperpanjang usia lapangan migas mature melalui revitalisasi sumur dan fasilitas produksi. Dalam pelaksanaannya, perusahaan melakukan planned shutdown untuk mendukung pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan sistem.
Sunaryanto menegaskan, keberhasilan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga integritas aset dan keselamatan operasi migas sebagai objek vital nasional.
"PHM terus berkomitmen pada keselamatan operasi, keandalan fasilitas, dan keberlanjutan produksi untuk mendukung ketahanan energi nasional," katanya.
Program ini telah disiapkan sejak 2023 melalui koordinasi dengan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Pekerjaan mencakup engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga tie-in sistem existing pada 8–19 April 2026.
Selain itu, PHM juga melakukan peningkatan integritas fasilitas seperti perawatan kompresor dan vessel, inspeksi pipa dengan teknologi Intelligent Pigging, serta modernisasi sistem keselamatan otomatis.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyebut proyek ini melibatkan hampir 1.000 personel dengan sistem kerja 24 jam dan lebih dari 241 ribu jam kerja tanpa insiden kecelakaan tercatat.
"Seluruh pekerjaan diselesaikan dengan pengawasan HSSE ketat dan rampung lebih cepat dari jadwal," ujarnya.
PHM sebagai bagian dari Zona 8 PT Pertamina Hulu Indonesia terus mendorong inovasi teknologi untuk memastikan operasi migas yang aman, efisien, dan mendukung ketahanan energi nasional.*