JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026), mengikuti penguatan bursa saham di kawasan Asia seiring turunnya harga minyak mentah global.
IHSG naik 35,36 poin atau 0,50 persen ke level 7.092,47. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 1,18 poin atau 0,17 persen ke posisi 682,76.
"IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat yang didukung oleh meredanya tensi konflik dan ketegangan di Timur Tengah," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Baca Juga: Rupiah Naik 36 Poin ke Rp17.387 per Dolar AS, Dipicu Optimisme Pasar Global dan Ekonomi RI Dari sentimen global, penurunan harga minyak mentah menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar. Minyak jenis WTI tercatat turun 8,86 persen ke level 93,21 dolar AS per barel, sementara Brent melemah 7,75 persen ke posisi 101,36 dolar AS per barel pada pukul 17.00 WIB.
Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menghentikan sementara operasi bantuan maritim di Selat Hormuz turut memberi sentimen positif. Langkah tersebut dinilai membuka ruang negosiasi ulang dengan Iran dan meredakan ketegangan geopolitik.
Selain itu, rencana Trump untuk membahas situasi Iran bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan puncak pada 14-15 Mei 2026 juga dipandang sebagai upaya meredam risiko global.
Dari dalam negeri, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mulai dari intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pengetatan pembelian valuta asing.
Nilai tukar rupiah pun ditutup menguat 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.387 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.424 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau sejak sesi pembukaan hingga penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat dengan sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan sebesar 2,02 persen.
Di sisi lain, tiga sektor mengalami pelemahan, dengan sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,90 persen, diikuti sektor kesehatan dan energi.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,47 juta kali transaksi dengan volume mencapai 37,07 miliar lembar saham senilai Rp17,71 triliun. Sebanyak 341 saham menguat, 290 saham melemah, dan 186 saham stagnan.
Sementara itu, bursa saham Asia juga ditutup di zona hijau. Indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times kompak mencatatkan penguatan pada perdagangan sore ini.*