JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), didorong penguatan saham sektor perbankan dan konglomerasi.
IHSG naik 85,16 poin atau 1,22 persen ke posisi 7.057,11. Sementara indeks LQ45 juga menguat 7,02 poin atau 1,04 persen ke level 681,58.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, mengatakan penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham sektor keuangan dan konglomerasi.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah "IHSG berbalik menguat yang antara lain didorong oleh kenaikan pada saham-saham konglomerasi dan perbankan," ujar Ratna dalam keterangannya.
Dari sisi domestik, penguatan sektor perbankan disebut masih sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year), ditopang daya beli masyarakat saat Ramadan, Idul Fitri, serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).
Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Maret 2026.
Dari pasar global, harga minyak mentah turut mengalami kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz, yang turut memengaruhi sentimen pasar keuangan.
Sepanjang perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah namun berhasil berbalik menguat hingga sesi penutupan. Dari sisi sektoral, tujuh sektor tercatat menguat, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,92 persen, diikuti sektor infrastruktur dan keuangan.
Sementara itu, sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,42 persen, disusul sektor teknologi dan industri.
Total transaksi perdagangan mencapai 43,92 miliar lembar saham dengan nilai Rp23,87 triliun. Sebanyak 342 saham menguat, 314 melemah, dan 163 stagnan.*
(an/dh)