MEDAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 di tengah tekanan eksternal dari konflik Timur Tengah serta pelemahan nilai tukar rupiah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada pukul 09.01 WIB, IHSG turun 3,38 poin atau 0,05 persen ke level 6.968,56.
Volume perdagangan tercatat mencapai 1,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp515 miliar. Frekuensi perdagangan mencapai 114.325 kali transaksi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Lagi! Kini Rp2,760 Juta per Gram Sebanyak 178 saham tercatat menguat, sementara 283 saham melemah dan 195 saham bergerak stagnan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen utama pasar berasal dari menyusutnya neraca perdagangan Indonesia serta penurunan nilai ekspor sebesar 3,1 persen secara tahunan.
Selain itu, inflasi April tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan.
"Konflik di Timur Tengah masih memberikan tekanan terhadap sejumlah sektor ekonomi," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Perusahaan sekuritas tersebut memperkirakan IHSG bergerak terbatas dengan support di level 6.920 hingga 7.000 dan resistance di kisaran 7.100 sampai 7.160.
Sementara itu, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat juga menjadi perhatian investor menjelang rilis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026.
Phintraco Sekuritas menyoroti penurunan indeks PMI manufaktur Indonesia ke level 49,1 pada April 2026 dari sebelumnya 50,1 pada Maret.
Angka tersebut menandai sektor manufaktur kembali masuk zona kontraksi dan menjadi level terendah sejak Juni 2025.
Secara teknikal, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.900 hingga 7.100.