JAKARTA – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, belum memberikan penjelasan terkait kabar pembelian sebagian saham perusahaan ojek online Gojek oleh pihaknya. Rosan memilih tidak berkomentar lebih jauh saat dicegat awak media di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Sebelumnya, isu pembelian saham platform transportasi online tersebut mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan informasi itu dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).
Saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Rosan awalnya dimintai tanggapan terkait proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta. Namun, pertanyaan kemudian bergeser ke isu akuisisi saham Gojek oleh Danantara.
Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 7.063, Transaksi Tembus Rp5,34 Triliun "Udah dong," ujar Rosan sambil tersenyum dan meminta sesi wawancara dihentikan sebelum menuju lift.
Meski demikian, awak media kembali mencoba menggali informasi lebih lanjut terkait porsi kepemilikan saham yang disebut telah dibeli Danantara. Namun Rosan kembali enggan memberikan rincian.
"Nanti ya kalau itu," ucapnya singkat.
Sebelumnya, Dasco menyebut pemerintah melalui Danantara telah masuk sebagai pemegang saham di salah satu aplikator ojek online. Langkah itu disebut bertujuan agar pemerintah dapat terlibat dalam pengaturan kebijakan transportasi daring, termasuk soal skema potongan biaya layanan.
"Pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham," ujar Dasco.
Ia juga menyebut pembahasan tidak berhenti pada Gojek, melainkan juga tengah dilakukan dengan pihak Grab untuk kemungkinan kerja sama serupa.
Sementara itu, hingga kini pihak Danantara belum memberikan keterangan resmi terkait nilai investasi maupun struktur kepemilikan saham yang dimaksud.*
(k/dh)