JAKARTA - SKK Migas menemukan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (migas) baru di kawasan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Total cadangan minyak dari temuan ini diperkirakan mencapai hampir 1 juta barel.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebutkan, selain minyak, potensi cadangan gas dari sumur tersebut juga cukup signifikan.
"Untuk potensi gasnya sekitar 11,64 miliar kaki kubik, sedangkan minyaknya mendekati satu juta barel," ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Target Pemerintah Setop Impor BBM dalam 2–3 Tahun, IESR: Tidak Realistis Ia menjelaskan, seluruh sumur tersebut merupakan sumur baru yang rencananya akan dikembangkan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Salah satu sumur yang akan dikembangkan adalah sumur MUT-346 OS HZ dengan target produksi gas sebesar 7,3 juta kaki kubik per hari. Sumur ini diproyeksikan memiliki cadangan gas sekitar 3,6 miliar kaki kubik.
Dari sisi ekonomi, nilai cadangan gas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp471 miliar, dengan asumsi harga gas USD7,7 per MMBTU dan nilai tukar rupiah di level Rp17.000 per dolar AS.
Sementara itu, potensi pendapatan kotor dari pengembangan sumur diperkirakan sebesar Rp355 miliar, dengan kontribusi terhadap penerimaan negara sekitar Rp87 miliar setelah pajak.
Djoko menambahkan, proses pengeboran dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat, yakni sekitar bulan depan.
Di luar temuan tersebut, PHSS saat ini telah mengelola sekitar 79 sumur migas di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.
Menurut Djoko, pemanfaatan lahan transmigrasi untuk kegiatan eksplorasi migas menjadi langkah strategis di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.
"Minyak dan gas masih sangat dibutuhkan. Mencari sumber baru tidak mudah, dan kalaupun ada, biayanya tinggi. Ini menjadi peluang yang sangat penting," ujarnya.*
(mt/dh)