BATU BARA — Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, khususnya di Kecamatan Tanjung Tiram.
Warga, terutama kalangan ibu rumah tangga, mengaku kesulitan mendapatkan gas melon tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Selain sulit ditemukan, harga elpiji 3 kg di tingkat pengecer juga melonjak tajam.
Baca Juga: Bahas Evaluasi Transaksi Keuangan Bersama PPATK, Prabowo Minta Anggaran Rakyat Dikelola Lebih Ketat dan Tepat Sasaran Jika biasanya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), kini di sejumlah titik harga gas subsidi itu dilaporkan menembus Rp25.000 per tabung.
"Susah kali sekarang nyari gas, keliling ke beberapa warung pun kosong. Kalaupun ada, harganya mahal kali, sampai Rp25 ribu," keluh salah seorang ibu rumah tangga di Tanjung Tiram, Senin (4/5/2026).
Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga warga terganggu, terutama untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Tak sedikit warga yang terpaksa menunda memasak atau beralih sementara ke bahan bakar lain yang dinilai kurang efisien.
Masyarakat pun mendesak Pemerintah Kabupaten Batu Bara segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Mereka meminta adanya pengawasan distribusi serta tindakan tegas terhadap oknum yang diduga memainkan harga di pasaran.
"Harapan kami pemerintah cepat bertindak. Jangan sampai kami masyarakat kecil terus yang jadi korban. Ini gas subsidi, harusnya mudah didapat dan murah," ungkap warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kelangkaan serta lonjakan harga elpiji 3 kg di wilayah tersebut.
Warga berharap distribusi segera kembali normal dan harga bisa kembali stabil sesuai ketentuan.