HOUSTON – Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan terbaru setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi. Penurunan ini terjadi di tengah perkembangan geopolitik terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 2 Mei 2026, harga minyak Brent untuk kontrak Juli turun 1,8 persen menjadi USD108,39 per barel. Sebelumnya, kontrak Brent sempat menembus level di atas USD126 per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni juga mengalami penurunan sebesar 2,8 persen menjadi USD102,14 per barel.
Baca Juga: Menguatnya Realisme Global Kembali Soroti Status Strategis Selat Malaka Pelemahan harga minyak dipicu oleh kabar bahwa Iran mengajukan proposal baru kepada mediator Pakistan terkait upaya meredakan ketegangan yang berlangsung.
Langkah tersebut sempat memunculkan harapan de-eskalasi konflik, meskipun situasi masih belum menunjukkan kepastian. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya masih mencermati perkembangan negosiasi tersebut.
"Saya tidak puas dengan itu, jadi kita lihat saja apa yang terjadi," ujarnya kepada wartawan.
Di sisi lain, gangguan pasokan minyak global masih terus berlangsung akibat kebuntuan hubungan antara kedua negara, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih akan berlanjut.
Laporan media internasional juga menyebutkan bahwa proposal terbaru dari Iran tidak lagi secara langsung menuntut penghentian blokade terhadap pelabuhan dan garis pantainya, yang sebelumnya menjadi salah satu poin krusial dalam negosiasi.
Kondisi ini membuat pasar energi global tetap berada dalam tekanan, dengan pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan dan harga minyak dunia.*
(mt/dh)