TANJUNGBALAI – Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina memimpin aksi tanam padi serentak sebagai langkah percepatan masa tanam guna mengantisipasi dampak musim kemarau panjang.
Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Kelompok Tani Karya Tani, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar, Kamis (23/4/2026), dan menjadi bagian dari Gerakan Tanam Serentak tingkat Provinsi Sumatera Utara hingga nasional.
Dalam kesempatan itu, Fadly menegaskan bahwa percepatan masa tanam menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Baca Juga: Prabowo Bidik Swasembada Energi 2029, Sebut Indonesia Negara Kaya yang Jadi Incaran Banyak Pihak "Kami memanfaatkan sisa momentum musim hujan yang diprediksi BMKG berlangsung hingga akhir April ini. Percepatan ini penting agar saat memasuki kemarau nanti, tanaman padi sudah memiliki fase pertumbuhan yang kuat," ujarnya.
Selain aksi tanam, kegiatan juga diisi dengan rembuk tani bersama para petani setempat guna menyelaraskan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air dan produktivitas lahan.
Menurut Fadly, kondisi pengairan di wilayah Tanjungbalai yang tidak stabil menjadi perhatian utama, sehingga diperlukan kesiapan sejak dini agar petani tetap produktif.
Ia menambahkan, pemerintah juga memberikan dukungan berupa bantuan benih berkualitas untuk meringankan beban petani.
"Harapannya, dengan bantuan yang diserahkan hari ini, petani tidak lagi kesulitan mencari benih. Kami ingin mereka fokus pada budidaya agar produktivitas meningkat," katanya.
Gerakan tanam serentak ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pasokan beras di tengah potensi perubahan iklim.
Melalui langkah tersebut, Pemko Tanjungbalai optimistis ketersediaan pangan dan stabilitas harga beras di pasar tetap terjaga, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.*
(dh)