SURABAYA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah membahas skema subsidi untuk industri plastik menyusul lonjakan harga bahan baku yang dipicu kondisi geopolitik global.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengatakan harga plastik di pasar lokal mengalami kenaikan signifikan, yakni sekitar 30 hingga 70 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh melonjaknya harga minyak global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, yang berdampak langsung pada bahan baku industri plastik.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah 0,73 Persen ke Level 7.054, Tekanan Jual dan Sentimen Global Bayangi Pasar "Terkait harga, pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi terbaik. Saat ini tengah dibahas kemungkinan pemberian skema subsidi untuk industri plastik," ujar Roro di Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, skema subsidi diharapkan mampu menekan harga plastik dalam jangka pendek, sehingga tidak terlalu membebani pelaku industri maupun konsumen.
Sementara untuk jangka panjang, pemerintah berupaya mencari alternatif bahan baku selain minyak bumi guna menjaga stabilitas harga.
"Untuk jangka panjang, pemerintah juga berupaya mencari alternatif pasokan bahan baku, seperti nafta dari sumber lain yang tidak terdampak kondisi geopolitik saat ini," jelasnya.
Di tengah tekanan ekonomi global, Kemendag juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Campuspreneur yang bekerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha.
Roro menyebut UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, dengan sumbangan sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Melalui program tersebut, pemerintah ingin mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kewirausahaan serta membuka akses pasar, baik di dalam negeri maupun internasional.
"Untuk pasar luar negeri, tersedia fasilitas melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center untuk membantu promosi produk ke mancanegara," ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.*