JAKARTA – Realisasi investasi Indonesia pada kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp498,79 triliun. Angka tersebut melampaui target pemerintah dengan capaian 100,36 persen dan turut berdampak pada penyerapan 706.569 tenaga kerja baru di berbagai sektor.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut capaian tersebut menunjukkan bahwa iklim investasi nasional terus menunjukkan tren positif dan semakin berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja.
Capaian investasi ini juga mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan. Ketua Milenial Muslim Bersatu (MMB) Khairul Anam menilai pertumbuhan investasi yang diikuti peningkatan serapan tenaga kerja sebesar 18,93 persen menjadi bukti efektivitas kebijakan hilirisasi pemerintah.
Baca Juga: Dana Rp4,2 Miliar Tak Kembali Sejak 2009, Nasabah Geruduk BNI Cabang Pematangsiantar "Kami melihat investasi tidak lagi sekadar angka, tetapi benar-benar membuka kesempatan kerja bagi generasi muda sesuai arahan Presiden Prabowo. Ini memberikan optimisme bahwa masa depan ekonomi Indonesia semakin kuat," kata Anam, Sabtu (25/4/2026).
Ia juga menilai bahwa kebijakan yang dijalankan Kementerian Investasi di bawah Rosan Roeslani telah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas.
Menurutnya, momentum ini penting bagi generasi muda untuk memperoleh akses pekerjaan yang lebih berkualitas di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Selain itu, pemerataan investasi antara wilayah Jawa dan luar Jawa juga menjadi sorotan positif. Distribusi modal yang lebih merata dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengurangi laju urbanisasi.
"Pemerataan investasi penting agar peluang kerja tidak hanya terpusat di kota besar. Ini membuka kesempatan bagi anak muda di daerah untuk berkembang," ujarnya.
Pemerintah sendiri menargetkan tren positif investasi ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan perluasan lapangan kerja di berbagai sektor.*
(mt/dh)