JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 24 April 2026, dan bergerak di zona merah sejak awal sesi.
Tekanan jual terlihat merata pada sejumlah saham unggulan perbankan dan energi.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka di level 7.367,29. Pada menit-menit awal perdagangan, indeks bergerak dalam kisaran 7.364 hingga 7.383.
Baca Juga: Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram, Ini Rinciannya Tercatat 219 saham menguat, 211 melemah, dan 234 stagnan. Kapitalisasi pasar berada di level Rp13.194 triliun.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut menekan laju indeks. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 0,63 persen ke level Rp3.140 per saham.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga turun 0,22 persen ke Rp4.620 per saham.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terkoreksi 1,37 persen ke Rp2.160, PT Indika Energy Tbk (INDY) turun 0,26 persen ke Rp3.870, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 0,39 persen ke Rp6.400 per saham.
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan IHSG dipicu oleh sentimen eksternal dan domestik.
Salah satunya berasal dari tekanan pada nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar Amerika Serikat dan ditutup di Rp17.286, level terlemah sepanjang sejarah perdagangan.
"Pelemahan rupiah berlangsung lebih cepat dari ekspektasi pasar," tulis riset tersebut.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang berkepanjangan turut menahan harga minyak tetap tinggi.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi inflasi global serta pelebaran defisit anggaran di berbagai negara.