JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan. Kebijakan tersebut disebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat.
Purbaya menjelaskan, meski harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian, hal itu tidak akan berdampak signifikan terhadap inflasi nasional. Pasalnya, BBM subsidi yang digunakan masyarakat kecil serta kebutuhan logistik tetap tidak mengalami perubahan harga.
"Waktu minyak dunia naik cuma kita yang nggak naikkan. Sekarang naik tapi yang nonsubsidi, yang subsidi kan nggak naik, tetap. Jadi inflasinya bisa dikendalikan," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Mayoritas Publik Puas Kinerja Prabowo, Survei Index Politica Catat Angka 70,77 Persen Ia menambahkan, kestabilan harga BBM subsidi dinilai mampu menjaga harga barang dan jasa tetap terkendali, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pengelolaan fiskal pemerintah agar stimulus tetap tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Purbaya juga menyoroti bahwa selama ini sebagian kelompok masyarakat mampu masih turut menikmati subsidi energi. Ia menilai kondisi tersebut perlu dievaluasi agar subsidi benar-benar tepat sasaran.
"Kalau kita hitung, desil 8, 9, 10 itu menikmati cukup besar subsidi. Jadi yang mampu itu ya tidak apa-apa kalau harus bayar sedikit lebih mahal," ujarnya.
Ia menegaskan, kelompok masyarakat yang tergolong mampu tidak seharusnya lagi mendapatkan porsi besar dari subsidi energi, karena sudah memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli BBM nonsubsidi.
"Karena mereka memang mampu," tutupnya.*
(d/dh)