JAKARTA — IHSG ditutup di zona merah pada akhir perdagangan, Selasa (21/4/2026). Indeks melemah 34,73 poin atau 0,46 persen ke level 7.559,38.
Sepanjang perdagangan, tercatat 405 saham menguat, 283 saham melemah, dan 271 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp17,8 triliun dengan volume 41,1 miliar saham diperdagangkan.
Tekanan juga terlihat pada indeks saham unggulan. LQ45 turun 1,41 persen ke 743, sementara JII melemah 1,48 persen ke 519. Indeks IDX30 turun 0,21 persen ke 400 dan MNC36 terkoreksi 0,36 persen ke 314.
Baca Juga: Mendag Ungkap Penyebab Harga Minyak Goreng Naik, Dipicu Lonjakan Harga Plastik Meski demikian, sejumlah sektor masih bergerak di zona hijau, di antaranya konsumer siklikal, properti, bahan baku, konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, industri, teknologi, dan kesehatan. Sementara sektor energi dan infrastruktur menjadi penekan indeks.
Di pasar saham, tiga emiten tercatat sebagai top gainers, yakni PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) yang melonjak 34,91 persen ke Rp228, PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) naik 34,72 persen ke Rp97, serta PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) yang menguat 34,48 persen ke Rp156.
Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 14,98 persen ke Rp2.780. Disusul PT Golden Flower Tbk (POLU) yang melemah 14,95 persen ke Rp17.775, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang turun 14,75 persen ke Rp2.370.
Pergerakan IHSG ini mencerminkan masih tingginya volatilitas pasar di tengah sentimen global dan domestik yang mempengaruhi arah investasi di pasar modal.*
(in/dh)