JAKARTA – PEMERINTAH memastikan akan menjaga dampak fluktuasi harga plastik terhadap komoditas pangan seperti beras dan gula guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan nasional.
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan langkah antisipatif terus dilakukan untuk menahan dampak gejolak harga plastik terhadap harga pangan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya telah melakukan pembahasan bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait potensi dampak kenaikan harga plastik terhadap komoditas strategis.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Imbas Krisis Global, DPR Imbau Warga Bawa Kantong Belanja Sendiri "Terkait plastik, kami sudah rapatkan dan menghitung dampaknya terhadap beras dan gula," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menjelaskan, gangguan pasokan bahan baku plastik yang dipicu gejolak geopolitik global turut berdampak pada pelaku usaha pangan, khususnya sektor beras dan gula yang bergantung pada kemasan berbahan plastik.
Menurutnya, kenaikan biaya kemasan dapat memengaruhi harga jual. Berdasarkan masukan pelaku usaha, dampak kenaikan biaya plastik diperkirakan mencapai Rp350 per kilogram untuk beras dan sekitar Rp150 per kilogram untuk gula.
Meski demikian, Bapanas memastikan bahwa fluktuasi harga pangan saat ini masih dalam batas wajar. Berdasarkan pemantauan, kenaikan harga belum mencapai level signifikan.
Per 16 April 2026, harga beras medium di sejumlah wilayah tercatat relatif stabil dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Di zona 1, harga beras nyaris tidak berubah, sementara di zona 2 dan 3 terjadi kenaikan tipis di bawah 1 persen.
Sementara itu, harga gula nasional mengalami sedikit kenaikan di wilayah barat Indonesia, namun justru mengalami penurunan di wilayah timur.
Ketut menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian guna memastikan pasokan plastik tetap terjaga dan tidak mengganggu rantai distribusi pangan.
"Kami akan intensif berkoordinasi agar fluktuasi plastik ini tidak melebar dan berdampak besar pada harga pangan," katanya.
Selain itu, pemerintah juga berencana menggelar rapat lanjutan dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk mencari solusi jangka panjang.