JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat tipis pada perdagangan Kamis (16/4/2026). Penguatan ini terjadi di tengah tekanan terhadap dolar AS akibat perkembangan negosiasi geopolitik global.
Mengutip data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.141 per USD, menguat dua poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.143 per USD.
Sementara itu, berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah tercatat di posisi Rp17.136 per USD. Angka ini sedikit melemah dibandingkan pembukaan hari sebelumnya di level Rp17.130 per USD.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp5.000 Hari Ini, Simak Daftar Harga Terbaru Semua Ukuran Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah masih fluktuatif dan cenderung berada dalam tekanan.
Ia memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.140 hingga Rp17.180 per USD pada perdagangan hari ini.
Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global. Hal ini dipicu gangguan distribusi energi di kawasan Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
"Blokade laut terhadap Iran berpotensi mengganggu pengiriman minyak global, terutama di Selat Hormuz yang memasok sekitar 20 persen konsumsi dunia," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong kenaikan harga energi, yang pada akhirnya memberi ruang bagi bank sentral AS atau Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Situasi ini berpotensi menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, dalam jangka pendek.*
(mt/dh)