JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli merespons hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang menyebut sebagian besar perusahaan di Indonesia belum berencana melakukan perekrutan tenaga kerja baru dalam waktu dekat.
Dalam survei tersebut, APINDO mencatat 67 persen perusahaan menyatakan tidak berniat membuka lowongan kerja baru.
Selain itu, sekitar 50 persen perusahaan disebut tidak akan melakukan ekspansi dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga: Rencana Lintasan Pesawat Militer AS di Langit Indonesia, Kemlu Buka Suara Yassierli mengatakan pemerintah memahami kekhawatiran pelaku usaha di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Menurut dia, situasi tersebut turut memengaruhi keputusan perusahaan dalam memperluas usaha maupun menambah tenaga kerja.
"Artinya kita sadar bahwa kondisi dunia saat ini, tidak hanya Indonesia, memang penuh ketidakpastian. Tentu pemerintah harus menyikapi ini dengan melihat bersama-sama," ujar Yassierli di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Sebelumnya, Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam memaparkan data tersebut dalam rapat Panitia Kerja RUU Ketenagakerjaan di DPR RI.
Ia menyoroti kondisi industri manufaktur yang dinilai terus melemah dalam menyerap tenaga kerja.
Menurut APINDO, kontribusi sektor manufaktur kini hanya berada di kisaran 18–19 persen, turun dari kondisi sebelumnya yang lebih dominan sebagai penyerap tenaga kerja utama.
"Buruh tidak sejahtera, pengusahanya terjepit, dan investor di sektor manufaktur malah meninggalkan Indonesia terutama di padat karya," kata Bob.
Menanggapi kondisi tersebut, Yassierli menegaskan pemerintah tidak tinggal diam.
Ia menyebut penanganan isu ketenagakerjaan dilakukan secara lintas kementerian, tidak hanya oleh Kementerian Ketenagakerjaan.