JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, menyoroti lonjakan harga plastik yang mulai berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik dipicu terganggunya pasokan bahan baku seperti nafta akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini turut memengaruhi industri dalam negeri yang masih bergantung pada impor bahan baku.
"Tekanan global kini tidak lagi berhenti di sektor energi atau industri besar, tetapi sudah masuk ke biaya dasar produksi usaha kecil," kata Yoyok, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Mentan Amran: Stok Beras RI Aman hingga 11 Bulan, Siap Hadapi Krisis Pangan Global Menurutnya, Indonesia yang masih mengimpor sekitar 60 persen bahan baku plastik menjadi rentan terhadap gejolak global, khususnya pada komoditas turunan petrokimia.
Dampak lanjutan dari kenaikan harga bahan baku tersebut mulai dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya harga makanan hingga penyusutan ukuran produk konsumsi di pasaran.
Yoyok mengingatkan, jika konflik global berlangsung dalam jangka panjang, dampaknya dapat meluas ke berbagai sektor, termasuk pariwisata berbasis UMKM serta aktivitas ekonomi lokal.
"Yang diuji bukan hanya kemampuan industri besar, tetapi apakah usaha kecil masih memiliki ruang bertahan dalam tekanan global," ujarnya.
Ia menambahkan, Komisi VII DPR akan terus memantau perkembangan harga bahan penunjang produksi serta mendorong langkah korektif agar pelaku UMKM tidak menjadi pihak yang paling terdampak.*
(mt/dh)