JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mencapai 5,5 persen. Optimisme tersebut didorong oleh fundamental ekonomi yang dinilai tetap kuat.
Airlangga menyebut sejumlah indikator mendukung, mulai dari konsumsi rumah tangga, realisasi investasi, hingga tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen, dan kuartal pertama diperkirakan sekitar 5,5 persen," ujar Airlangga dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Kalah 1-2 dari Thailand, Hector Souto Minta Maaf dan Tetap Bangga dengan Timnas Futsal Ia menjelaskan, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, inflasi yang terkendali serta surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut turut memperkuat kinerja ekonomi nasional.
Dari sisi sektor riil, industri manufaktur masih berada pada fase ekspansi dengan indeks di atas 50. Cadangan devisa juga tetap kuat, mencapai USD148,2 miliar.
Sektor perbankan dinilai tetap solid dengan permodalan yang kuat dan risiko kredit yang terjaga. Di sisi lain, ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, nikel, dan tembaga turut menopang pertumbuhan.
Pemerintah juga mengandalkan peran APBN sebagai bantalan ekonomi melalui berbagai program, seperti bantuan pangan, subsidi, dan kompensasi dengan total sekitar Rp11,92 triliun.
Sementara itu, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 diperkirakan tidak akan lebih rendah dari capaian awal tahun.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong penerimaan pajak, belanja negara, serta permintaan domestik guna menjaga laju pertumbuhan ekonomi.*
(oz/dh)