MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan sektor riil di wilayahnya mendapatkan akses dan dukungan keuangan yang memadai guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Bobby saat menerima kunjungan Lembaga Penjamin Simpanan di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (10/4/2026).
Menurut Bobby, sektor riil menjadi tulang punggung perekonomian Sumut, dengan kontribusi besar dari sektor perkebunan, industri pengolahan, dan pertanian.
Baca Juga: Gubernur Sumut Bobby Nasution Serahkan Bonus Atlet SEA Games 2025, Dorong Indonesia Emas 2045 "Sektor riil ini sangat penting, baik untuk perekonomian daerah maupun nasional. Karena itu, akses keuangan harus benar-benar didukung," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini fokus pada hilirisasi produk unggulan seperti sawit, karet, kopi, dan kakao, serta peningkatan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) dan pengembangan koperasi sektor riil.
Bobby juga berharap pemerintah pusat dapat melibatkan bank pembangunan daerah dalam mendukung berbagai program pembiayaan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Kami berharap bank daerah bisa dilibatkan dalam mendukung program pembiayaan pemerintah pusat," katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Penjaminan Polis, Ferdinand D. Purba, menilai kontribusi daerah sangat penting bagi perekonomian nasional.
Ia menyebut, LPS terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan, khususnya bagi generasi muda dan pelaku UMKM.
"LPS terus mengedukasi generasi muda dan UMKM terkait pengelolaan keuangan dan fungsi penjaminan simpanan," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Sumut masih menjadi kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Pulau Sumatera.
Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Sumut tercatat sebesar 4,53 persen secara tahunan, dengan sektor transportasi dan pergudangan menjadi salah satu penggerak utama.