JAKARTA - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, mendorong seluruh koperasi di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan kemitraan guna membentuk jaringan ekosistem ekonomi nasional yang solid.
Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Astra di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Dalam arahannya, Farida menegaskan bahwa kekuatan utama koperasi terletak pada sinergi antarlembaga. Ia menilai kolaborasi antar koperasi dapat meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Penyelamatan Rp371 Triliun, Prabowo Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah oleh Mafia Hutan "Koperasi bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan koperasi lain. Koperasi adalah sebuah jaringan ekosistem yang besar," ujar Farida.
Ia memaparkan, saat ini terdapat sekitar 131 ribu koperasi aktif di Indonesia, ditambah 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang baru terbentuk. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan aset strategis yang perlu dikelola secara terintegrasi.
Farida juga menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto berkomitmen menjadikan koperasi sebagai pilar utama perekonomian nasional.
Secara khusus, ia mendorong Koperasi Astra yang telah berkembang pesat untuk menjalin kemitraan dengan koperasi desa guna memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan itu, Farida turut mengapresiasi kinerja Koperasi Astra yang dinilai mampu bertahan dan tumbuh positif selama 36 tahun. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kepercayaan dan partisipasi aktif para anggotanya.
"Koperasi Astra yang anggotanya mencapai 62 ribu orang adalah forum bagi semua anggota. Setiap anggota memiliki hak suara yang setara," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengawas Koperasi Astra, Endro Wahono, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola serta melakukan inovasi layanan guna menjawab kebutuhan anggota di tengah tantangan global.
Berdasarkan laporan keuangan 2025, Koperasi Astra mencatatkan kinerja positif dengan pendapatan usaha mencapai Rp510,43 miliar atau tumbuh 12,41% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sisa Hasil Usaha (SHU) juga meningkat menjadi Rp82,10 miliar atau naik 9,33%. Sementara itu, total aset tercatat sebesar Rp1,71 triliun atau tumbuh 5,77%, memperkuat posisi keuangan koperasi tersebut.*