JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi penukaran aset antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan PT Geo Dipa Energi.
Wacana ini muncul dalam rencana pemerintah mengambil alih PNM guna memperkuat pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Purbaya mengatakan, opsi tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final.
Baca Juga: KUR BNI 2026 Resmi Hadir! UMKM Bisa Pinjam Hingga Rp500 Juta, Bunga Rendah 6 Persen "Tadi sempat diskusi bagaimana kalau tukar dengan Geo Dipa, tapi itu masih kita bicarakan lagi. Yang jelas fokusnya bagaimana Kementerian Keuangan bisa mengambil alih PNM agar penyaluran KUR bisa lewat situ," ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun lembaga keuangan yang khusus melayani UMKM secara terintegrasi.
"Ke depan dalam beberapa tahun kita ingin membentuk bank UMKM yang betul-betul fokus," jelasnya.
Purbaya menegaskan, konsep bank UMKM tersebut berbeda dari bank komersial seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berorientasi pada profit.
"Ini bukan profit oriented. Tidak rugi, tapi juga tidak mengambil keuntungan berlebihan. Yang penting pembiayaan berkelanjutan dan benar-benar membantu UMKM," ucapnya.
Terkait skema penukaran aset, pemerintah masih melakukan perhitungan valuasi. Opsi barter dinilai dapat menekan kebutuhan pendanaan.
"Nanti divalue. Kalau barter, mungkin kebutuhan dananya lebih kecil, tapi ini masih dalam diskusi," tambahnya.
Sebagai informasi, Geo Dipa merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di sektor panas bumi. Sementara PNM saat ini merupakan bagian dari holding BUMN di bawah BRI.*
(k/dh)