JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional berada dalam kondisi aman dengan stok di atas batas minimum nasional.
Bahlil menyebutkan, saat ini stok BBM nasional berada pada level lebih dari 20 hari konsumsi, sementara LPG tercatat di atas 10 hari.
Ia menegaskan kondisi tersebut masih dalam kategori aman dan akan terus bertambah seiring kelancaran pasokan.
Baca Juga: Kejagung Bongkar Skandal Petral 2008–2015: Riza Chalid Diduga Kendalikan Tender Minyak, Picu Kenaikan Harga BBM "Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari," kata Bahlil di kantornya, Jumat, 10 April 2026.
Ia menjelaskan, penguatan stok juga didukung oleh mulai lancarnya kembali pengiriman minyak dari Amerika Serikat, yang turut menopang stabilitas pasokan energi dalam negeri.
Menurut Bahlil, Indonesia telah melewati masa kritis terkait dinamika pasokan energi global. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM dan LPG saat ini.
"Jadi sebenarnya saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, Alhamdulillah kita sudah lewati," ujarnya.
Kendati demikian, Bahlil tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan tidak berlebihan, meskipun kondisi pasokan dalam keadaan aman.
"Tetapi sudah barang tentu, saya meminta kepada seluruh masyarakat, kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG," kata dia.*
(cn/ad)