JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 10 April 2026.
Pada pukul 09.01 WIB, indeks tercatat naik 38,9 poin atau 0,53 persen ke level 7.346.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume transaksi awal perdagangan mencapai 1,11 miliar saham dengan nilai Rp713 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik, Kini Sentuh Rp2,857 Juta per Gram Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 87.887 kali. Adapun 316 saham menguat, 119 saham melemah, dan 214 saham stagnan.
Penguatan IHSG terjadi di tengah masih kuatnya sentimen global yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik serta arah kebijakan ekonomi dunia.
Pelaku pasar disebut masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta dinamika hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah negara di kawasan tersebut.
BRI Danareksa Sekuritas menilai kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan indeks.
Di sisi lain, sentimen domestik juga tertekan setelah Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen.
Penurunan proyeksi tersebut mencerminkan dampak dari tingginya harga energi global akibat ketegangan di Timur Tengah, yang turut menekan outlook ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik di luar Tiongkok.
Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas.
BRI Danareksa memperkirakan indeks bergerak di kisaran 7.200–7.350 dengan pelaku pasar tetap mencermati arah harga komoditas global, khususnya minyak, serta rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan memengaruhi kebijakan suku bunga global.
Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik, setelah Israel menyatakan akan melakukan negosiasi dengan Lebanon dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.