MAGELANG – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan masyarakat agar menghemat energi, seiring ketidakpastian global yang membuat banyak negara cemas.
Hal ini disampaikan saat peresmian Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik PT VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
"Di bidang energi, kita sangat kaya, sangat banyak sumber-sumber kita. Jadi di tengah dunia krisis banyak negara cemas, kita harus waspada tapi optimistis, kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan ke depan," ujar Prabowo.
Baca Juga: Klaim Sudah Swasembada Pangan, Prabowo: Tidak boleh Ada Orang Lapar di Indonesia Prabowo menegaskan, meski Indonesia kaya sumber daya, masyarakat tetap perlu hemat energi.
Salah satu strategi jangka panjang yang didorong pemerintah adalah peralihan menuju energi bersih dan terbarukan.
"Salah satu langkah adalah elektrifikasi, yakni menggunakan listrik agar tidak lagi terlalu banyak memakai BBM dari fosil," jelas Prabowo.
Langkah ini diharapkan menekan emisi karbon sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.
Presiden juga menekankan, penggunaan energi berbasis karbon masih diperlukan untuk sektor strategis, namun secara bertahap harus dikurangi.
Selain listrik, pemerintah menargetkan pengembangan avtur dari kelapa sawit dan limbah minyak goreng (jelantah).
Prabowo menyebut rencana pembangunan refinery dan pusat pengolahan energi terbarukan sebagai bagian dari investasi besar di sektor energi.
"Negara memang butuh, kita harus tinggalkan energi fosil, gunakan hanya untuk sektor strategis. Avtur pun bisa dari kelapa sawit dan limbah minyak goreng. Kita akan buka pusat pengolahan, investasi besar-besaran," kata Prabowo.
Langkah ini sejalan dengan upaya dekarbonisasi nasional dan target Indonesia dalam mengurangi ketergantungan energi fosil, sekaligus mendorong kemandirian energi dan industri kendaraan listrik.*