MAGELANG — Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Peresmian ini menandai langkah awal penguatan industri kendaraan listrik nasional di segmen bus, mikrobus, dan truk listrik.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo meninjau langsung lini produksi, menyoroti teknologi, inovasi, dan potensi penggunaan kendaraan listrik komersial untuk transportasi publik dan logistik.
Baca Juga: PT INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Tegaskan Komitmen Bisnis Berkelanjutan "Energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan. Kita harus menuju energi bersih, energi terbarukan, dan salah satu langkahnya adalah elektrifikasi, tidak lagi terlalu banyak memakai BBM dari fosil," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya soal teknologi, tetapi juga bagian dari strategi kemandirian nasional.
Menurutnya, inisiatif seperti yang dilakukan VKTR merupakan contoh industrialisasi berbasis teknologi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
"Saya berharap ini menjadi national champion kita. Kalau negara lain punya merek besar, kita juga harus punya. Kita ingin industri dalam negeri bangkit dan berdiri di atas kaki sendiri," tambah Prabowo.
Fasilitas ini diklaim memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 unit bus listrik per tahun.
Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sudah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 60 persen dalam dua tahun, serta 80 persen pada tahap berikutnya.
Menurut Anindya Bakrie, pihak VKTR, pengembangan kendaraan listrik komersial bertujuan mendukung dekarbonisasi menuju net zero emission dan memperkuat kemandirian ekonomi, termasuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak.
"Kami optimistis bus dan truk listrik dapat menjadi penggerak utama ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, sekaligus mendorong transformasi industri yang berkelanjutan," ujar Anindya.
Dengan hadirnya fasilitas ini, Indonesia menegaskan langkahnya untuk memperkuat sektor strategis energi dan transportasi, sekaligus memacu percepatan transisi menuju kendaraan ramah lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim global.*