JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka menguat ke level Rp16.999 pada perdagangan Rabu (8/4), di tengah pelemahan indeks dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik global.
Data Doo Financial Futures mencatat, rupiah naik 106 poin atau 0,62% ke level Rp16.999 saat indeks dolar AS melemah 0,96% ke posisi 98,99.
Penguatan rupiah ini sejalan dengan apresiasi mata uang Asia lainnya, antara lain yen Jepang naik 0,81%, dolar Singapura 0,58%, dan won Korea 1,64%.
Baca Juga: IHSG Melonjak ke 7.127,97, FTSE Russell Pertahankan Status Secondary Emerging Market Indonesia Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai, keputusan Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua pekan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global.
Penundaan ini juga menekan harga minyak dunia, yang selama ini menjadi faktor tekanan terhadap rupiah.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS menyusul langkah Trump menunda serangan terhadap Iran, yang menyebabkan penurunan tajam harga minyak dan membaiknya sentimen pasar," ujar Lukman, Selasa (8/4).
Dari sisi domestik, penurunan harga minyak diharapkan menekan defisit neraca perdagangan dan inflasi, sehingga meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset domestik.
Selain itu, pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dijadwalkan siang ini.
Setelah turun selama tiga bulan berturut-turut, cadev diperkirakan meningkat, menjadi penopang tambahan bagi stabilitas rupiah.
Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.900–Rp17.050 per dolar AS sepanjang hari ini, seiring kombinasi faktor eksternal dan sentimen domestik yang positif.*
(bi/ad)