JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melonjak pada level 7.127,97 pada perdagangan Rabu (8/4/2026), terdorong oleh keputusan FTSE Russell yang tetap mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.01 WIB, IHSG naik 2,25% atau 156,94 poin.
Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak antara level terendah 7.120,94 dan tertinggi 7.166,55, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp12.510,58 triliun.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Kerja Sama, Bupati Batu Bara Terima Kunjungan Konsulat Jenderal RRT Medan Dari total saham yang tercatat, 387 saham menguat, 89 saham melemah, dan 175 saham stagnan.
Kenaikan indeks pagi ini dipimpin oleh saham dengan kapitalisasi jumbo, di antaranya PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 7,53% menjadi Rp5.000 per saham, diikuti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 3,70% menjadi Rp3.640, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bertumbuh 3,35% ke level Rp4.320 per saham.
Sementara itu, saham top gainers dipimpin oleh PT Putra Mandiri Jembar Tbk. (PMJS) melonjak 24,50% menjadi Rp188, dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI) naik 7,62% menjadi Rp226.
Keputusan FTSE Russell mempertahankan status pasar Indonesia didasarkan pada apresiasi terhadap reformasi pasar modal yang tengah dijalankan.
Beberapa langkah yang menjadi sorotan antara lain:
- Peningkatan pengungkapan pemegang saham (shareholder disclosure)- Perluasan kategori klasifikasi investor- Pengetatan aturan minimum free float
"Pada tahap ini, status pasar Secondary Emerging Indonesia tetap tidak berubah. FTSE Russell tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Watch List dan akan terus memantau kemajuan reformasi serta menjalin komunikasi dengan pelaku pasar," tulis FTSE Russell dalam laporan terbarunya.
Keputusan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor global bahwa transparansi dan keandalan pasar modal Indonesia semakin membaik, di tengah tantangan ekonomi global dan volatilitas pasar regional.
Catatan: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.*