JAKARTA — Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 4 triliun untuk program pompanisasi lahan pertanian guna menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan terjadi tahun ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan program tersebut ditujukan untuk menjaga produktivitas sawah di tengah ancaman kemarau panjang.
"Anggaran pompanisasi sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun dengan distribusi sekitar 80 ribu unit pompa di seluruh Indonesia," ujar Amran di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Heboh Motor Listrik BGN, Purbaya Ngaku Pernah Tolak Pengadaannya Selain distribusi pompa, pemerintah juga melakukan perbaikan jaringan irigasi, khususnya untuk lahan rawa seluas sekitar 800 ribu hektare.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.
Amran menegaskan, bantuan pompa akan diberikan secara gratis kepada petani sebagai bagian dari intervensi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Kementerian Pertanian juga menginstruksikan pemerintah daerah untuk memetakan wilayah rawan kekeringan serta mengoptimalkan infrastruktur air, termasuk embung, sumur dangkal, dan sumur dalam.
Langkah ini diperkuat dengan penyediaan alat dan mesin pertanian guna mendukung produktivitas di tengah tekanan iklim.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya mengingatkan bahwa fenomena El Nino berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama pada periode April hingga Oktober 2026.
Namun, dampaknya diperkirakan tidak merata. Sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur justru berpotensi mengalami curah hujan tinggi.
Pemerintah berharap langkah mitigasi ini dapat menekan risiko gagal panen sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah ketidakpastian iklim global.*
(k/dh)