JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan impor minyak mentah dari berbagai negara, termasuk Rusia, guna menjaga ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Bahlil mengatakan pemerintah tidak membatasi sumber impor di tengah ketatnya persaingan global untuk mendapatkan pasokan energi.
"Dari negara mana saja bisa, yang penting pasokan BBM tetap tersedia," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga: Pinjol Makin Menggila, Utang Warga Indonesia Tembus Rp100 Triliun OJK Pernyataan tersebut merespons tawaran kerja sama dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, terkait potensi pembelian minyak mentah.
Menurut Bahlil, kondisi pasar energi global saat ini membuat negara-negara bersaing ketat dalam memperoleh pasokan minyak. B
ahkan, dalam proses tender, pembeli dengan harga lebih tinggi dapat mengambil alih transaksi.
Ia menegaskan pemerintah tengah menyiapkan berbagai alternatif untuk memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga.
"Kami harus memastikan BBM di Indonesia tetap tersedia, apapun langkah yang harus diambil," kata dia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas energi di tengah dinamika global yang terus berubah.*
(mt/dh)