JAKARTA – Konflik yang berlangsung antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran kini memasuki bulan kedua, dengan dampak serius pada jalur perdagangan migas global, khususnya di Selat Hormuz.
Selat yang strategis ini, yang melayani sekitar 20% kebutuhan minyak dunia, telah ditutup oleh otoritas Iran, membuat sejumlah kapal terjebak di kawasan Teluk Persia.
Meskipun begitu, kabar baik datang bagi negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Iran, yang mulai diizinkan untuk melintasi jalur vital ini.
Baca Juga: IHSG Tertekan 1% di Awal Pekan, Saham DSSA dan DATA Anjlok Drastis! Kapal-kapal Indonesia Tertahan
Indonesia masih menghadapi kendala dalam meloloskan dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang terjebak di Teluk Persia, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Pemerintah Indonesia, melalui PT Pertamina International Shipping (PIS) dan Kementerian Luar Negeri, mengungkapkan bahwa negosiasi dengan pihak Iran masih terus berlangsung.
Menurut Corporate Secretary PIS, Vega Pita, upaya diplomasi dengan otoritas terkait terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran kedua kapal tersebut.
Selat Hormuz Mulai Dibuka untuk Negara Sahabat
Iran telah mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk negara-negara yang dianggap sebagai "sahabat," termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa jalur perdagangan migas ini hanya diblokir bagi kapal-kapal yang "terkait dengan musuh" Iran.
Meskipun demikian, beberapa negara memilih menghindari jalur ini karena kekhawatiran akan keselamatan kapal mereka, sementara beberapa lainnya terhambat oleh masalah asuransi.
Negara-negara Sahabat yang Telah Diberi Izin Melintas