JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) kembali menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan.
Setelah sempat menguat pada Kamis (2/4), rupiah offshore kembali mengalami pelemahan pada Jumat (3/4), dan pada Senin (6/4), dibuka di level Rp17.012/US$, meskipun sempat kembali tergelincir ke posisi Rp17.014/US$.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan berkelanjutan pada mata uang Indonesia di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh gejolak geopolitik.
Baca Juga: Di Atas Bahu Jalan, di Bawah Bayang-Bayang Pembiaran: Jejak Usaha Potong Ayam di Talawi Hal ini berimbas pada hampir seluruh mata uang negara berkembang, termasuk ringgit Malaysia yang turun 0,07%, yen Jepang yang melemah 0,06%, dan yuan offshore yang bergerak turun 0,03%.
Di sisi lain, dolar Hong Kong sedikit menguat 0,02%, namun pergerakan pasar cenderung stagnan.
Salah satu faktor utama yang mengarah pada fluktuasi mata uang Asia, termasuk rupiah, adalah lonjakan harga minyak mentah yang kembali melesat.
Pada hari ini, harga minyak Brent tercatat naik 1,52% dan berada di level US$110,69 per barel.
Kenaikan ini terjadi seiring dengan kabar mengenai kerusakan aset energi di Timur Tengah yang akan berdampak panjang terhadap pasokan minyak global, meskipun OPEC+ berencana menambah produksi 206 ribu barel per hari mulai Mei 2026.
Namun, gangguan pasokan energi dari kawasan Teluk, terutama terkait dengan Selat Hormuz yang masih terblokir, menyebabkan ketidakpastian di pasar global.
Dengan kondisi ini, meskipun ada kebijakan kenaikan produksi dari negara-negara penghasil minyak utama seperti Arab Saudi dan Rusia, dampaknya terhadap stabilitas pasokan minyak global belum terlihat secara nyata.
Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak ini berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap ekonomi domestik.
Harga energi yang tinggi berpotensi memperbesar defisit transaksi berjalan, meningkatkan kebutuhan impor, dan pada gilirannya menambah beban biaya untuk barang-barang yang bergantung pada bahan baku impor.