CHICAGO — Harga emas dunia bertahan di level tinggi pada perdagangan akhir pekan. Logam mulia dengan simbol Emas (XAU/USD) tercatat berada di kisaran USD4.665 per ons pada Sabtu, 4 April 2026.
Harga tersebut masih berada di bawah puncak mingguan di area USD4.800, namun tetap bertahan di atas level penting USD4.600. Pergerakan ini menjaga tren kenaikan jangka pendek yang terbentuk sejak akhir Maret.
Pelaku pasar kini menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP), yang menjadi salah satu indikator utama kondisi ekonomi negara tersebut.
Baca Juga: Emas Antam Tahan di Level Rp2.857.000 per Gram, Investasi Aman di Tengah Gejolak Ekonomi Global Dilansir dari FXStreet, penguatan dolar Amerika Serikat sebelumnya mulai mereda, sementara aktivitas perdagangan cenderung tipis seiring penutupan sebagian pasar global saat libur Jumat Agung.
Konsensus pasar memperkirakan penambahan sekitar 60 ribu lapangan kerja pada Maret, dengan tingkat pengangguran tetap di kisaran 4,4 persen.
Secara teknikal, harga emas masih bergerak dalam pola kanal naik. Indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan momentum yang mulai melandai, meski tekanan beli masih mendominasi.
Area USD4.600 menjadi level penopang utama. Jika harga turun menembus batas tersebut, tekanan koreksi berpotensi membawa emas ke kisaran USD4.350 hingga USD4.100.
Sebaliknya, jika tren penguatan berlanjut, level USD4.800 menjadi hambatan terdekat, dengan target lanjutan berpotensi menembus USD5.000 per ons.*
(mt/dh)