KENDAL, JAWA TENGAH – Kenaikan harga bahan bangunan diperkirakan akan terjadi menyusul ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, fluktuasi harga minyak dunia dan tekanan pada nilai tukar rupiah dapat memengaruhi biaya produksi material konstruksi utama seperti semen, baja, dan aspal.
Dody memperingatkan bahwa sektor konstruksi, yang sangat bergantung pada kestabilan harga bahan bangunan, akan sangat terpengaruh jika kondisi ini tidak segera ditangani.
Baca Juga: Boroujerdi Temui Jokowi dan Megawati, Ungkap Alasan Kampanye Anti Perang Iran Kondisi geopolitik yang tidak menentu dapat menyebabkan lonjakan harga yang berimbas pada proyek infrastruktur pemerintah maupun sektor properti.
Menurut Dani Satria, seorang pemerhati ketenagakerjaan, Indonesia yang masih bergantung pada impor bahan baku konstruksi akan menghadapi dampak langsung dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
"Kenaikan biaya impor ini pasti akan menaikkan harga bahan bangunan domestik, yang berisiko memperlambat progres proyek-proyek infrastruktur dan konstruksi," ujar Dani dalam keterangan persnya di Kendal, Sabtu (04/04).
Dani juga menekankan bahwa kenaikan harga bahan bangunan tidak hanya berpotensi menghambat proyek infrastruktur, tetapi juga dapat berdampak pada penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi.
Ia mengingatkan bahwa sektor ini merupakan salah satu penyumbang terbesar lapangan kerja di Indonesia. "Jika proyek-proyek dibatalkan atau skalanya diperkecil, maka akan ada dampak langsung pada tenaga kerja, mulai dari buruh bangunan hingga tenaga teknis," tambahnya.
Dalam konteks ini, Dani meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis guna menstabilkan harga bahan bangunan, di antaranya melalui penguatan kebijakan fiskal dan industri.
Ia juga mendorong penggunaan bahan lokal dan memperkuat rantai pasok domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Pengawasan distribusi dan pengendalian harga di tingkat pasar, menurut Dani, akan sangat penting untuk memastikan bahwa harga bahan bangunan tidak melonjak secara berlebihan, sehingga dampaknya tidak meluas ke sektor lain.
Kunci Solusi: Stabilisasi harga bahan bangunan akan menjaga kelangsungan proyek infrastruktur dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Pemerintah diminta untuk segera bertindak agar sektor konstruksi tidak terhambat oleh gejolak global yang sedang terjadi.*