JAKARTA — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan pada awal April 2026 memberikan angin segar bagi Indonesia, di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut berhasil meningkatkan kepercayaan investor internasional, terutama dari Jepang dan Korea Selatan, terhadap prospek investasi di Indonesia.
Dalam keterangan resminya, Rosan menyatakan bahwa pertemuan langsung dengan lebih dari 300 pengusaha besar dari kedua negara memberikan ruang yang sangat produktif untuk bertukar informasi dan merumuskan peluang baru.
Baca Juga: PIHPS Catat Kenaikan Harga Pangan, Cabai Rawit Merah Tertinggi di Rp119.400/kg "Pertemuan ini memungkinkan para investor untuk berdialog langsung dengan Presiden Prabowo, menyampaikan masukan, kendala, serta rencana ekspansi mereka," ujar Rosan dalam keterangannya dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (3/4/2026).
Jepang, yang sudah lama menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, tercatat telah menanamkan investasi sebesar 23,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 401 triliun), sementara Korea Selatan menanamkan sekitar 10,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 173 triliun).
Kedua negara ini masih menunjukkan konsistensi dalam meningkatkan volume investasi, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata investasi Korea mencapai 14%, sementara Jepang sekitar 8-9%.
Di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi di beberapa wilayah dunia, Rosan menilai bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor dari Jepang dan Korea Selatan. Salah satu faktor yang semakin menarik investor adalah kehadiran Danantara, sovereign wealth fund Indonesia yang dipimpin Rosan.
Menurutnya, Danantara memberikan kepercayaan lebih bagi investor asing untuk berpartisipasi dalam skema investasi bersama (co-investment), termasuk dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Lotte Chemical dan POSCO.
"Danantara sebagai instrumen investasi negara ini memberikan rasa aman dan transparansi bagi investor. Dengan model co-investment, kami berharap semakin banyak investor yang bergabung dalam proyek besar," tambahnya.
Beberapa proyek besar, termasuk kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut, sudah memasuki tahap penjajakan lebih lanjut dengan potensi nilai investasi sekitar 6 miliar dolar AS.
Rosan juga menegaskan bahwa stabilitas politik dan keamanan di Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang membuat negara ini semakin menarik bagi investasi jangka panjang. Hal ini diakui oleh para investor dalam berbagai pertemuan yang diadakan selama kunjungan kerja ke Jepang dan Korea.
Ke depan, pemerintah Indonesia, bersama dengan Danantara, berencana untuk terus menindaklanjuti berbagai nota kesepahaman (MoU) yang sudah disepakati dengan pihak Jepang dan Korea Selatan.