JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memperkirakan harga material konstruksi akan mengalami kenaikan seiring konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar.
Menurut Dody, sejumlah material yang berpotensi naik antara lain semen, besi, baja, dan aspal, yang sebagian masih bergantung pada impor.
Baca Juga: Gempa Sulut 7,6 SR, Dody Hanggodo Ungkap Titik Terdampak dan Solusi Darurat "Sementara belum ada kenaikan, tetapi saya yakin nanti akan ada kenaikan," ujarnya di Kantor Kementerian PU, Kamis (2/4/2026).
Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah berencana melakukan penyesuaian nilai kontrak terhadap proyek-proyek yang telah ditenderkan. Langkah ini diambil agar beban kenaikan harga bahan baku tidak sepenuhnya ditanggung oleh kontraktor.
"Mau tidak mau kita akan lakukan eskalasi kontrak. Tapi sejauh ini belum kita lakukan, pada saatnya kita akan sampaikan," kata Dody.
Selain itu, Kementerian PU juga mendorong optimalisasi penggunaan material lokal untuk mengurangi ketergantungan impor. Salah satu yang menjadi fokus adalah aspal, di mana sekitar 80 persen kebutuhan nasional masih dipenuhi dari impor.
Dody menyebut aspal Buton sebagai alternatif strategis untuk menggantikan aspal impor.
Saat ini, penggunaannya baru sekitar 4 persen dari total konsumsi nasional. Pemerintah menargetkan kontribusi aspal lokal mencapai 48 persen pada 2026, yang terdiri dari 30 persen aspal Buton dan 18 persen aspal minyak lokal.
"Kebijakan ini bukan hanya tentang mengganti material, tetapi bagaimana kita mampu berdiri di atas kaki sendiri dan memperkuat fondasi ekonomi nasional," ujarnya.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas sektor konstruksi di tengah tekanan global, sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri.*
(oz/dh)