JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (2/4/2026).
Pada pukul 9:01 WIB, IHSG tercatat turun 31,32 poin atau 0,44%, dengan level 7.153,11.
Meskipun mengalami penurunan pada pembukaan, volume perdagangan mencapai 999 juta saham dengan nilai transaksi Rp572 miliar.
Baca Juga: Harga Emas Antam Menguat! 1 Gram Kini Sentuh Rp 2,92 Juta Tercatat, sebanyak 215 saham menguat, 212 saham melemah, dan 214 saham tidak bergerak.
Dalam analisis BRI Danareksa Sekuritas, penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif global, terutama terkait dengan perkembangan di Timur Tengah.
Optimisme pasar meningkat seiring dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai kemungkinan de-eskalasi konflik AS-Iran dalam dua hingga tiga minggu mendatang.
Hal ini memberi angin segar bagi investor yang berharap ketegangan geopolitik akan mereda dalam waktu dekat.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa perkembangan di Timur Tengah, khususnya pernyataan Trump mengenai potensi gencatan senjata, menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan IHSG.
Jika Iran mengonfirmasi keinginan untuk mengakhiri perang, sentimen positif ini diperkirakan akan mendominasi pasar dan mendukung penguatan indeks.
Secara teknikal, BRI Danareksa memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan support di level 7.122 hingga 7.150, dan resistance pada kisaran 7.200 hingga 7.300.
Oleh karena itu, sejumlah saham seperti DEWA, VKTR, dan JPFA menjadi pilihan untuk perdagangan hari ini.
Saham-saham pilihan lainnya datang dari Phintraco Sekuritas yang juga mencermati de-eskalasi di Timur Tengah sebagai faktor utama yang berpotensi mendongkrak IHSG.