JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) tercatat mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Kamis (2/4/2026).
Emas Antam dihargai Rp 2.922.000 per gram, menguat Rp 20.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) juga mencatatkan kenaikan, yakni Rp 2.637.000 per gram, bertambah Rp 50.000 dibandingkan harga kemarin.
Baca Juga: Jaksa Agung ST Burhanuddin Tekankan Pentingnya Penegakan Hukum yang Berkeadilan di Papua: Kunci Kesejahteraan Masyarakat Kenaikan harga emas Logam Mulia ini dipicu oleh penguatan harga emas dunia di pasar spot, yang pada hari Rabu (1/4/2026) ditutup pada level US$ 4.791,1 per troy ons, mencatatkan lonjakan sebesar 2,49% dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Hal ini menandakan kenaikan signifikan yang tercatat sebagai yang tertinggi dalam dua minggu terakhir.
Berikut adalah daftar harga emas dan buyback Logam Mulia Antam per 2 April 2026 yang bisa menjadi acuan bagi calon pembeli atau investor:
0.5 gr: Rp 1.511.000 - Rp 1.514.7781 gr: Rp 2.922.000 - Rp 2.929.3052 gr: Rp 5.784.000 - Rp 5.798.4603 gr: Rp 8.651.000 - Rp 8.672.6285 gr: Rp 14.385.000 - Rp 14.420.96310 gr: Rp 28.715.000 - Rp 28.786.78825 gr: Rp 71.662.000 - Rp 71.841.15550 gr: Rp 143.245.000 - Rp 143.603.113100 gr: Rp 286.412.000 - Rp 287.128.030250 gr: Rp 715.765.000 - Rp 717.554.413500 gr: Rp 1.431.320.000 - Rp 1.434.898.3001000 gr: Rp 2.862.600.000 - Rp 2.869.756.500
Kenaikan harga emas Logam Mulia ini tidak terlepas dari dinamika harga emas dunia yang tengah menguat.
Salah satu faktor yang memberikan sentimen positif terhadap harga emas adalah perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Di tengah isu perang antara Amerika Serikat dan Iran yang kian mereda, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan kemungkinan perang dengan Iran akan berakhir dalam dua hingga tiga pekan ke depan.
Hal ini disambut baik oleh pasar karena dapat mengurangi ketegangan dan membawa angin segar bagi stabilitas pasar global.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas semakin menarik bagi investor, terutama di tengah ketidakpastian pasar yang disebabkan oleh fluktuasi harga minyak dan risiko inflasi.