JAKARTA – Produksi beras nasional diperkirakan mengalami penurunan sepanjang Januari-Mei 2026.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan produksi beras mencapai 16,57 juta ton, turun sekitar 380 ribu ton atau 2,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penurunan ini erat kaitannya dengan melemahnya produksi padi (gabah kering giling/GKG) akibat penurunan luas panen awal tahun.
Baca Juga: Harga Emas Antam Melemah, Terjual Rp 2,827 Juta per Gram pada 31 Maret 2026 "Produksi beras sepanjang Januari-Mei 2026 diperkirakan mencapai 16,57 juta ton, mengalami penurunan sebesar 2,22 persen dibanding periode yang sama tahun 2025," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Secara rinci, produksi padi sepanjang Januari-Mei 2026 diperkirakan 28,77 juta ton GKG, turun 2,22 persen secara tahunan.
Meski Februari 2026 sempat mencatat kenaikan produksi padi hingga 5,05 juta ton GKG atau naik 27,41 persen secara tahunan, tren penurunan diperkirakan kembali muncul pada periode Maret-Mei 2026.
Potensi produksi padi pada tiga bulan itu diperkirakan mencapai 20,68 juta ton GKG, turun 11,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ateng menambahkan, penurunan produksi tidak terlepas dari dinamika luas panen padi. Potensi luas panen Januari-Mei 2026 tercatat 5,35 juta hektare, turun 2,35 persen secara tahunan.
"Angka potensi ini masih dapat berubah tergantung kondisi pertanaman, misal serangan hama, banjir, kekeringan, atau perubahan waktu panen," jelasnya.
Penurunan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan petani untuk memperkuat strategi produksi dan distribusi pangan nasional.*
(d/dh)